JIHAD UNTUK IKHLAS

Podcast Fikrah & Hujjah siri 39

Ahli Panel : Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA (Mufti Kerajaan Negeri Perlis), Prof. Dr. Rozaimi Ramle (AJK Fatwa Negeri Perlis), Ust. Rizal (Moderator)


JIHAD PERANGI DIRI SENDIRI

Tadzkirah menjelang bulan Ramadhan 1446 H / 2025

Oleh: 
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis 



Banyak yang mengira jihad hanya berarti berperang di medan laga, padahal ada jihad yang lebih berat—jihad melawan hawa nafsu dan kelemahan diri. Rasulullah ﷺ bersabda:

"المجاهد من جاهد نفسه في طاعة الله"

Mujahid (pejuang) yang sejati adalah orang yang berjihad melawan dirinya sendiri dalam ketaatan kepada Allah. (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Hibban, hasan)

Dalam ceramah ini, dibahas bagaimana jihad terbesar dimulai dari dalam diri kita: melawan kemalasan, hawa nafsu, dan godaan yang menjauhkan kita dari Allah ﷻ. Mari kita simak dan amalkan bersama!

JANGAN BERIKAN GAMBARAN YANG SALAH TENTANG NABI ﷺ

Oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Negeri Perlis

  1. Banyak orang Muslim yang mencintai Nabi s.a.w. Namun gambaran tentang keindahan akhlak dan kehidupan beliau sering kali tenggelam disebabkan oleh pencemaran terhadap kisah kehidupan beliau yang sebenarnya. Pencemaran itu datang dari berbagai sudut. Kadang-kadang ia datang dari musuh-musuh, kadang-kadang ia datang dari umat Islam itu sendiri. Musuh bertujuan untuk memberikan gambaran yang salah tentang beliau s.a.w. Sementara umat Islam ada yang jahil, atau yang berkepentingan tertentu, yang juga memberikan gambaran yang salah tentang Nabi s.a.w.

Jahil

  1. Umat yang jahil tidak dapat membedakan antara riwayat yang sahih dan yang palsu mengenai Nabi s.a.w. Lantas mereka menyebarkan hadis-hadis palsu yang dikaitkan dengan beliau. Mereka inilah yang Nabi s.a.w. sendiri nyatakan dalam hadis mutawatir berikut:

إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ، مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Sesungguhnya berdusta ke atasku (menggunakan namaku) bukanlah seperti berdusta ke atas orang lain (menggunakan nama orang lain). Sesiapa yang berdusta ke atasku dengan sengaja, maka siaplah tempat duduknya dalam neraka.”

SAAT KEANGKUHAN DUNIA DITAMPAR KEKUASAAN ALLAH

Tadzkirah Khusus Pada Program "Ayo datang Shubuh Seperti Jum'at", Ahad 12-01-2025

Oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis
 

Dalam dunia yang dipenuhi dengan kesombongan, manusia sering kali lupa bahwa ada kekuatan yang tak terhingga di atas segala sesuatu: kekuasaan Allah. Tragedi yang melanda Los Angeles baru-baru ini adalah tamparan keras bagi dunia yang selama ini menjadikan Amerika sebagai simbol kekuatan, kekayaan, dan keangkuhan. Dua hari. Hanya dua hari yang dibutuhkan untuk mengubah kota terkaya di Amerika menjadi puing-puing tak berharga. Hollywood, pusat hiburan dunia, dengan semua kilau glamornya, hangus seolah-olah Allah menurunkan api neraka untuk membungkam kesombongan manusia.

Siapa yang bisa melawan kehendak Allah? Amerika, dengan teknologi canggihnya, dengan Trump yang pongah menjanjikan neraka bagi Gaza dan Timur Tengah, dipermalukan oleh satu peristiwa yang tak pernah mereka duga. Belum 10 hari berlalu sejak ancamannya, Los Angeles—pusat megah kebanggaan mereka—menjadi abu. Ini adalah pesan keras: Allah tidak pernah lalai terhadap doa mereka yang tertindas.

Ingatlah firman Allah:

“Dan kebun-kebun serta harta benda mereka ditimpa tiupan angin yang kencang, yang padanya ada api sehingga terbakar.” (QS. Al-Baqarah: 266)

ANTARA NABI DAN DUNIA: PILIHAN BESAR YANG MENGGETARKAN JIWA

Kisah di Lembah Hunain

Oleh :
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Negeri Perlis

Dalam hiruk-pikuk kehidupan yang penuh dengan godaan harta, pangkat, dan kedudukan, sering kali kita lupa pada sesuatu yang jauh lebih bernilai—keberkatan dan keberadaan seorang pemimpin yang membimbing kita menuju jalan yang lurus. Kisah ini bukan hanya sebuah cerita dari sejarah, tetapi sebuah cerminan tentang bagaimana manusia, baik di masa lalu maupun sekarang, sering kali terjebak dalam ilusi dunia yang fana.

Cerita ini membawa kita kembali ke saat pasukan Islam meraih kemenangan besar di Peperangan Hunayn, di mana harta rampasan perang melimpah ruah. Namun, di tengah euforia kemenangan, muncul perasaan tidak puas hati di kalangan para Ansar—golongan setia yang telah mengorbankan segalanya demi Nabi dan Islam. Mereka merasa dilupakan ketika harta rampasan perang diberikan kepada golongan yang baru memeluk Islam. Perasaan ini, meskipun difahami secara manusiawi, mencerminkan cabaran terbesar manusia sepanjang zaman: memilih antara dunia yang sementara atau sesuatu yang kekal dan bermakna.

BALAP LIAR: HIBURAN BERBAHAYA ATAU CERMIN HILANGNYA ARAH HIDUP GENERASI MUDA?

Oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

Forum dengan Departemen Kepolisian Negeri Perlis dan Pelajar
 

Ketika suara deru motor memecah malam, apa yang sebenarnya kita dengar? Hiburan sesaat? Atau potret nyata generasi yang kehilangan arah? Dalam diskusi yang tajam ini, isu balap liar didekati dari sudut pandang yang mendalam: bagaimana aktivitas ini mencerminkan krisis nilai, dan bagaimana masyarakat, agama, serta individu dapat mengambil peran dalam mengatasinya.

Sejarah membuktikan bahwa manusia selalu tertarik pada kecepatan dan perlombaan, dari zaman kuda dan unta hingga era teknologi canggih. Namun, perbedaan mencolok muncul ketika aktivitas ini melanggar batas moral dan hukum, merugikan orang lain, serta membawa risiko besar terhadap keselamatan. Dalam tradisi Islam, perlombaan dianjurkan hanya ketika ia melatih ketangkasan atau memiliki manfaat nyata. Balap liar, sayangnya, sering kali hanya menawarkan kehancuran dan penyesalan.

KETIKA ANGIN MEMBAWA API

Oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

Khutbah Jum'at bertajuk: Hukuman Allah Datang Dengan Pelbagai Cara. Tempat: Masjid Al-Falah, Behor Mempelam, Kota Arau, Negeri Perlis    
 

Apa yang terjadi ketika dunia yang kaya, penuh kemewahan, dan sombong akan kekuatannya, akhirnya ditantang oleh sesuatu yang tak terlihat? Los Angeles—pusat hiburan dan kekayaan dunia—baru-baru ini menjadi saksi kedahsyatan sebuah kekuatan yang jauh di luar kendali manusia: angin kencang yang membawa api. Dalam sekejap, ratusan ribu rumah mewah, gedung pencakar langit, dan kendaraan-kendaraan bernilai miliaran dolar musnah menjadi abu. Sebuah peristiwa yang membuat kita bertanya-tanya: Apakah ini hanya kebetulan, atau pesan langsung dari langit?

"Dan Kami timpakan angin kencang yang membawa api kepada mereka, hingga negeri mereka terbakar." (QS. Al-Baqarah: 266)

KEBAHAGIAAN SEJATI: TIDAK HANYA UNTUK DIRI SENDIRI, TAPI JUGA UNTUK ORANG TERCINTA

Oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis
 


Bayangkan memiliki semua yang diinginkan di dunia: rumah megah, makanan lezat, harta melimpah. Namun, tanpa kehadiran orang-orang tercinta di sekitar kita, adakah kebahagiaan yang benar-benar terasa utuh? Apakah arti sebuah pesta jika hanya dihadiri oleh kesunyian?

Dalam surga, Allah menjanjikan lebih dari sekadar kenikmatan materi. Allah mengangkat keluarga kita, anak-anak kita, bahkan orang tua kita ke derajat yang sama—jika mereka beriman. Mengapa? Karena kebahagiaan sejati tidak hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi tentang dengan siapa kita berbagi.

KEHIDUPAN: KEADILAN ATAU TIPUAN? MENGUNGKAP RAHASIA DI BALIK PERBEDAAN NASIB MANUSIA

Oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis
 
Ada yang lahir dalam kemewahan, sementara yang lain bergulat dengan kemiskinan. Sebagian hidup di istana megah, sementara sebagian lainnya bahkan tak memiliki atap untuk berteduh. Ketidaksetaraan ini bukan hanya tentang harta, tetapi juga tentang rupa, nasib, dan peluang hidup.

Namun, apakah semua ketimpangan ini berarti dunia tidak adil? Atau sebenarnya kehidupan dunia hanyalah perhiasan yang menipu, seperti yang telah diperingatkan oleh Allah? Dunia ini sementara, tetapi akhirat menawarkan sesuatu yang tak terbandingkan: keadilan sejati.

SEBAT KHALWAT DI KHALAYAK RAMAI: HUKUM ISLAM ATAU PILIHAN PENGUASA

Sebat Khalwat di Tempat Umum: Apakah Ini Sesuai Syariat?

Hukuman sebat terhadap pelaku zina memiliki aturan ketat dalam Islam, tetapi bagaimana dengan khalwat? Apakah syariat membenarkan pelaksanaan hukuman di depan umum? Dalam tulisan ini, dibahas dengan jelas bahwa menyebat pelanggar khalwat di khalayak ramai bukan hukum Allah dan Rasul-Nya, melainkan keputusan penguasa yang berada di bawah takzir. Apakah Anda yakin ini cara yang tepat, atau justru melanggar prinsip syariat? Mari kita telusuri lebih dalam.


Ditulis oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

Hukum sebat tanpa mencederai terhadap penzina memang terdapat dalam Al-Qur'an dan Al-Sunnah. Itupun dengan syarat dan peraturan ketat yang ditetapkan. Kasus tersebut harus disaksikan oleh empat orang saksi yang terpercaya yang benar-benar menyaksikan kemaluan laki-laki masuk ke dalam faraj perempuan yang terlibat. Dengan kata lain, hampir mustahil untuk kita menemukan pasangan berzina yang membiarkan empat orang saksi yang baik menonton perzinaan mereka kecuali pasangan tersebut memang pejuang zina secara terbuka.