Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis
Apakah kita benar-benar merindukan Ramadhan… atau hanya sekadar melewatinya setiap tahun?
Setiap kali Ramadhan datang, kita sibuk dengan jadwal berbuka, tarawih, sahur, bazar, dan berbagai persiapan lainnya. Tapi pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri…
Apa sebenarnya yang kita rindukan dari Ramadhan? Apakah kita merindukan rahmatnya? Ataukah hanya suasananya? Apakah kita merindukan ampunan Allah? Ataukah sekadar momen kebersamaannya?
Dalam audio ini, dijelaskan dengan sangat jernih dan menyentuh bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan yang berbeda secara kalender. Langitnya sama. Udaranya sama. Mataharinya sama.
Yang membuatnya luar biasa adalah rahmat Allah yang turun di dalamnya. Tapi rahmat itu tidak otomatis kita dapatkan.
Seperti hujan yang turun dari langit… hanya hati yang siaplah yang bisa menadahnya.
Audio ini akan membuat kita berpikir ulang tentang cara kita menyambut
Ramadhan. Tentang makna puasa yang sesungguhnya. Tentang keluasan Islam yang penuh rahmat, bukan agama yang menyulitkan.
Tentang bagaimana syariat hadir untuk menyelamatkan manusia, bukan
membebani.
Mungkin selama ini kita berpuasa, tapi belum benar-benar memahami ruhnya. Mungkin kita sudah berkali-kali masuk Ramadhan… tapi keluar tanpa perubahan.
Dengarkan audio ini sampai selesai.
Bukan hanya untuk menambah ilmu, tapi untuk membersihkan niat dan memperbaiki cara kita memandang Ramadhan.
Siapa tahu… ini bisa menjadi Ramadhan yang benar-benar berbeda dalam hidup kita.
Silakan dengarkan audionya di bawah ini. Semoga Allah melembutkan hati kita untuk benar-benar merindukan bulan-Nya.