Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis
Apa yang sebenarnya menjadi kekuatan hidup seorang manusia?
Harta? Jabatan? Pengaruh? Atau pujian manusia?
Kita hidup di zaman di mana orang berlomba-lomba ingin dipuji. Ingin diakui. Ingin dihargai. Bahkan kadang tanpa sadar, hati kita lebih sibuk mencari penghargaan manusia daripada mencari keridhaan Allah.
Padahal… Al-Qur’an mengajarkan sesuatu yang sangat mendasar.
Hidup ini tidak akan kuat kalau tidak dimulai dengan memuja dan memuji Allah.
Dalam audio ini, dijelaskan dengan sangat menyentuh bagaimana Surah Al-Fatihah — surah yang kita baca minimal 17 kali sehari — ternyata mengajarkan fondasi hidup yang sering kita lupakan.
“Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin…”
Kalimat yang sering kita ucapkan. Tapi apakah hati kita benar-benar merasakannya?
Apakah kita benar-benar menjadikan pujian kepada Allah sebagai pusat kehidupan kita?
Ketika hati kosong dari pujian kepada Allah, ia akan mencari sesuatu untuk dipuja: manusia, tokoh, kekuasaan, bahkan diri sendiri. Dan di situlah banyak manusia mulai tersesat tanpa sadar.
Audio ini bukan sekadar ceramah.
Ia adalah pengingat.
Ia adalah cermin untuk hati kita.
Ia akan membuat kita bertanya pada diri sendiri:
Sudahkah hidupku benar-benar dimulai dengan “Alhamdulillah”?
Dengarkan sampai selesai.
Mungkin setelah ini, cara Anda membaca Al-Fatihah tidak akan pernah sama lagi.
Mungkin setelah ini, Anda akan menemukan kekuatan hidup yang selama ini Anda cari.
Semoga Allah melembutkan hati kita untuk kembali memuji-Nya dengan sebenar-benar pujian.
Silakan dengarkan audionya di bawah ini.